Tentang Perusahaan
Inovasi menciptakan produk baru merupakan semangat Jamu Jago sejak 1918. Jamu Jago yang
menjadi salah satu perusahaan yang telah berusia 1 abad, merupakan perusahaan pertama
yang memproduksi obat herbal tradisional Indonesia yang dikenal dengan nama jamu, dalam
bentuk serbuk. Awalnya, jamu dijual dalam bentuk racikan berbagai tanaman terutama
dedaunan dikeringkan yang kemudian direbus dan diseduh menjadi bentuk minuman seperti
halnya teh.
Pada era generasi II Jamu Jago merupakan perusahaan jamu pertama yang memiliki anak
perusahaan farmasi yaitu PT Degepharm. Pada era generasi II itu pula, Jamu Jago menciptakan
produk-produk legendaris untuk kebahagiaan suami istri seperti Sarirapat kemudian disusul
Sekhot dan Seklov yang kemudian berkembang menjadi jamu ESHA dan ESEL. Jamu Jago
menciptakan mangir wangi Camaline yang kemudian dikembangkan oleh generasi III Jamu Jago
menjadi lulur wangi disamping bedak dingin Camaline.
Generasi III Jamu Jago menghadirkan produk untuk menjaga kesehatan kaum perokok yaitu
Anik. Pada tahun 1990, Jamu Jago menciptakan produk jamu anak pertama dengan nama
Buyung Upik. Produk ini tersedia dalam berbagai rasa buah seperti jeruk, strawberry sampai
durian yang sangat disukai anak. Setelah jamu ESHA, diciptakanlah produk Purwoceng ramuan
tradisional tanaman afrodisiak dari dataran tinggi Dieng.
Kini, generasi IV Jamu Jago tentu tidak mau ketinggalan kreatif dengan menciptakan produk-
produk inovatif seberti Bebe Roosie Telon Cream, Buyung Upik Masuk Angin, ASIBUNDA, dan
Snoozzz yang semuanya menggunakan bahan alami tanpa bahan kima dengan menerapkan
Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan telah tersertifikasi Halal oleh MUI.