Contoh Soal Deret Aritmatika Untuk Kebutuhan Tes Psikolog

Oleh Zafar Gumay ·

Contoh Soal Deret Aritmatika

Contoh Soal Deret Aritmatika

Setelah memahami tips mengerjakan soal, saatnya untuk berlatih dengan beberapa soal psikotes deret angka berikut ini

1. 3 6 9 12 15 … …

Isilah bilangan berikutnya pada deret ini!Solusi: Dalam deret ini, setiap angka bertambah 3. Jadi, jawaban yang benar adalah 18.

2. 1 2 4 7 11 16 …

Tentukan bilangan selanjutnya dalam deret angka ini.Solusi: Dalam deret ini, setiap angka bertambah dengan angka yang terus meningkat (1, 2, 3, 4, 5, …). Jadi, jawaban yang benar adalah 22.

3. Seri angka 18 16 0 19 17 20 selanjutnya …

A. 20 18

B. 22 20

C. 18 20

D. 21 18

E. 23 19

Solusi: Terdapat dua seri angka dalam deret ini. Seri pertama adalah 18 19 20, dan seri kedua adalah 16 17 18 dengan penyela 0. Jadi, jawaban yang benar adalah A, yaitu 20 18.

4. 3 5 4 6 5 7 6 8 …

Tentukan besarnya bilangan selanjutnya dalam deret angka ini.

Solusi: Dalam deret ini, terdapat pola penambahan dan pengurangan. Dari bilangan pertama ke bilangan kedua, ada penambahan 2. Dari bilangan kedua ke bilangan ketiga, ada pengurangan 1. Pola ini berulang. Jadi, jawaban yang benar adalah 7.

5. 6 10 12 20 24 … …

Tentukan dua bilangan selanjutnya dalam deret angka ini.Solusi: Dalam deret ini, terdapat pola perkalian. Dari 5 ke 6, ada perkalian dengan 1. Dari 6 ke 10, ada perkalian dengan 1.67 (10/6). Dari 10 ke 12, ada perkalian dengan 1.2 (12/10). Pola perkalian ini berlanjut. Jadi, dua bilangan selanjutnya adalah 40 dan 48.

6. 15 10 5 20 15 10 … …

Tentukan bilangan selanjutnya dalam deret ini.Solusi: Pola dalam deret ini sedikit berbeda. Jika kita mengikuti pola seperti yang digunakan pada nomor 3, jawaban yang didapatkan adalah 25 dan 20. Namun, jawaban tersebut tidak ada dalam pilihan. Maka, kita perlu mencari pola lain. Pola yang benar adalah bilangan pertama berkurang 5, kemudian bilangan kedua berkurang 5 lagi, bilangan ketiga berkurang 5 lagi, dan setelah itu, bilangan keempat bertambah 5. Jadi, jawaban yang benar adalah 35 dan 30.

7. 4 8 … … 64 128

Tentukan dua bilangan yang hilang dalam deret ini.Solusi: Dalam deret ini, setiap bilangan diperoleh dengan mengalikan bilangan sebelumnya dengan 2. Jadi, dua bilangan yang hilang adalah 16 dan 32.

8. Tentukan suku ke-10 dari deret aritmatika dengan suku pertama (a1) sama dengan 3 dan selisih (d) antara setiap suku adalah 5.

Solusi:
Untuk mencari suku ke-10 (an) dalam deret aritmatika, kita dapat menggunakan rumus umum deret aritmatika:
an = a1 + (n – 1) * d

Di sini,
a1 = 3
d = 5
n = 10

Maka,
a10 = 3 + (10 – 1) * 5
a10 = 3 + 9 * 5
a10 = 3 + 45
a10 = 48

Jadi, suku ke-10 dalam deret aritmatika ini adalah 48.

9. Sebuah deret aritmatika memiliki suku pertama (a1) sama dengan 7 dan suku ketiga (a3) sama dengan 15. Tentukan selisih (d) antara setiap suku dan suku ke-10 (a10) dari deret ini

Solusi:
Kita tahu bahwa suku ke-3 (a3) adalah 15, dan suku pertama (a1) adalah 7. Untuk mencari selisih (d), kita dapat menggunakan rumus:

d = (a3 – a1) / (3 – 1)

d = (15 – 7) / (3 – 1)
d = 8 / 2
d = 4

Sekarang kita dapat menggunakan rumus umum untuk mencari suku ke-10 (a10):

a10 = a1 + (10 – 1) * d
a10 = 7 + 9 * 4
a10 = 7 + 36
a10 = 43

Jadi, selisih (d) antara setiap suku adalah 4, dan suku ke-10 (a10) adalah 43.

10. Sebuah deret aritmatika memiliki suku pertama (a1) sama dengan 2 dan selisih (d) antara setiap suku adalah 6. Tentukan suku ke-7 (a7) dari deret ini.

Solusi:
Kita dapat menggunakan rumus umum deret aritmatika:
an = a1 + (n – 1) * d

Di sini,
a1 = 2
d = 6
n = 7

Maka,
a7 = 2 + (7 – 1) * 6
a7 = 2 + 6 * 6
a7 = 2 + 36
a7 = 38

Jadi, suku ke-7 dalam deret aritmatika ini adalah 38.

11. Sebuah deret aritmatika memiliki suku pertama (a1) sama dengan 12 dan suku ke-5 (a5) sama dengan 42. Tentukan selisih (d) antara setiap suku dan suku ke-10 (a10) dari deret ini.

Solusi:
Kita tahu bahwa suku ke-5 (a5) adalah 42, dan suku pertama (a1) adalah 12. Untuk mencari selisih (d), kita dapat menggunakan rumus:

d = (a5 – a1) / (5 – 1)

d = (42 – 12) / (5 – 1)
d = 30 / 4
d = 7.5

Namun, nilai selisih (d) harus selalu berupa bilangan bulat dalam deret aritmatika. Oleh karena itu, deret ini tidak merupakan deret aritmatika.

Jadi, tidak ada selisih yang memenuhi persyaratan deret aritmatika dalam kasus ini.

Semoga contoh soal-soal ini membantu Anda lebih memahami deret aritmatika! Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau memerlukan contoh soal tambahan, silakan beri tahu saya.

Pada tahap seleksi penerimaan karyawan baru, seringkali ditemukan pengujian psikotes yang melibatkan deret angka. Jenis soal ini seringkali menjadi tantangan yang cukup sulit bagi banyak pelamar. Oleh karena itu, sangat penting untuk terus berlatih dalam menyelesaikan jenis soal ini, terutama jika Anda tengah mengikuti seleksi penerimaan BUMN. Soal psikotes yang melibatkan deret angka ini akan muncul dalam Tes Kemampuan Dasar dalam proses seleksi tersebut.


Bagaimana Bentuk Soal Psikotes Deret Angka?

Bagi yang belum akrab, soal psikotes deret angka dimaksudkan untuk mengukur keakuratan respon yang diberikan. Tujuan dari ujian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana kemampuan analitis dan ketelitian Anda ketika menghadapi pertanyaan-pertanyaan dalam waktu singkat.

Biasanya, jenis ujian ini ditemui dalam berbagai konteks seperti seleksi CPNS, SBMPTN, proses rekrutmen di perusahaan-perusahaan milik negara, atau bahkan ketika Anda melamar pekerjaan baru.


Tips Mengerjakan Contoh Soal Deret Aritmatika

Waktu yang tersedia untuk menyelesaikan tes psikotes deret angka sangat terbatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya maksimal dalam memanfaatkan waktu yang ada. Untuk menjalani tes ini dengan lancar, ada beberapa saran yang bisa diikuti:

  1. Sebaiknya tidak hanya fokus pada tiga hingga empat angka pertama dalam deret angka pada soal. Lebih baik memperhatikan pola angka secara menyeluruh karena deret tersebut mungkin akan mengalami perubahan.
  2. Diperlukan kemampuan untuk memprediksi dengan akurat rangkaian angka yang digunakan dalam soal tersebut.
  3. Jika tidak dapat menemukan pola yang terlihat biasa, pertimbangkan untuk menggunakan pendekatan berlapis.
  4. Pencarian langsung jawaban dari soal yang menunjukkan dua pola deret angka yang konsisten bisa menjadi strategi yang efektif.
  5. Pastikan penggunaan waktu dilakukan dengan efisien dan efektif.