Follow up lamaran kerja artinya menindaklanjuti status lamaran yang sudah dikirim ke perusahaan, biasanya dilakukan setelah menunggu beberapa waktu tanpa kabar. Yuk, simak kapan waktu yang tepat, cara menulis pesan follow up, dan contohnya melalui email maupun WhatsApp.
Daftar Isi
- Apa Arti Follow Up Lamaran Kerja?
- Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up?
- Cara Follow Up yang Sopan dan Efektif
- Contoh Follow Up Melalui Email
- Contoh Follow Up Melalui WhatsApp
- Checklist Sebelum Mengirim Follow Up
- FAQ Seputar Follow Up Lamaran Kerja
Apa Arti Follow Up Lamaran Kerja?
Follow up artinya tindak lanjut. Dalam konteks melamar kerja, follow up adalah pesan yang dikirim pelamar kepada HRD atau tim rekrutmen untuk menanyakan status lamaran yang telah dikirim, biasanya setelah rentang waktu tertentu tanpa ada respons. Follow up yang tepat menunjukkan inisiatif dan minat serius pelamar, selama dilakukan dengan cara dan waktu yang sopan.
Panduan karier dari sejumlah universitas — misalnya Career Center Carleton College — juga merekomendasikan follow up sebagai langkah wajar setelah melamar, selama dilakukan dengan waktu dan nada yang tepat.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up?
- Setelah mengirim lamaran — tunggu setidaknya 1–2 minggu kerja sebelum follow up pertama, kecuali lowongan mencantumkan tenggat waktu proses yang lebih singkat
- Setelah interview — follow up dapat dilakukan 3–5 hari kerja setelah interview jika belum ada kabar, sesuai timeline yang disampaikan pewawancara
- Setelah tes/asesmen — tunggu sesuai timeline yang diinformasikan; jika tidak disebutkan, follow up setelah 1 minggu adalah waktu yang wajar
Cara Follow Up yang Sopan dan Efektif
- Gunakan bahasa yang sopan dan profesional — hindari nada menuntut atau terkesan tidak sabar
- Sebutkan konteks yang jelas — posisi yang dilamar, tanggal melamar/interview, agar mudah ditelusuri HRD
- Jaga agar pesan singkat dan langsung ke tujuan — tidak perlu bertele-tele
- Gunakan kanal komunikasi yang sesuai — email untuk komunikasi formal, WhatsApp jika sebelumnya sudah ada komunikasi via kanal tersebut
- Beri jeda waktu yang wajar — jangan follow up berkali-kali dalam waktu berdekatan
Contoh Follow Up Melalui Email
Contoh 1 — Follow up setelah mengirim lamaran:
Subjek: Follow Up Lamaran — [Posisi] — [Nama Anda] Selamat pagi/siang, [Nama HRD jika diketahui], Saya [Nama Anda], sebelumnya telah mengirimkan lamaran untuk posisi [Posisi] pada [tanggal]. Saya ingin menanyakan perkembangan proses rekrutmen untuk posisi tersebut. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya. Hormat saya, [Nama Anda]
Contoh 2 — Follow up setelah interview:
Subjek: Follow Up Interview — [Posisi] — [Nama Anda] Selamat pagi/siang [Nama Pewawancara], Terima kasih atas kesempatan interview untuk posisi [Posisi] pada [tanggal]. Saya ingin menanyakan kabar terkini mengenai proses seleksi tersebut. Saya sangat antusias untuk bergabung dan siap memberikan informasi tambahan jika diperlukan. Hormat saya, [Nama Anda]
Contoh Follow Up Melalui WhatsApp
Contoh 1 — Follow up singkat via WhatsApp:
Selamat pagi Pak/Bu [Nama], mohon maaf mengganggu waktunya. Saya [Nama], sebelumnya melamar untuk posisi [Posisi] pada [tanggal]. Ingin menanyakan perkembangan proses seleksinya. Terima kasih.
Contoh 2 — Follow up setelah tes/asesmen:
Selamat siang Pak/Bu [Nama], saya [Nama] yang mengikuti tes untuk posisi [Posisi] pada [tanggal]. Ingin menanyakan apakah sudah ada update hasil dari tes tersebut. Terima kasih banyak atas waktunya.
Checklist Sebelum Mengirim Follow Up
- Sudah menunggu jeda waktu yang wajar sesuai konteks (lamaran/interview/tes)
- Pesan mencantumkan posisi dan tanggal yang relevan
- Bahasa sopan dan tidak terkesan menuntut
- Dikirim di jam kerja, bukan malam hari atau akhir pekan
- Tidak mengirim follow up berulang kali dalam waktu berdekatan
FAQ Seputar Follow Up Lamaran Kerja
Apakah follow up bisa membuat kesan negatif ke HRD? Selama dilakukan dengan sopan, tepat waktu, dan tidak berlebihan, follow up justru menunjukkan minat dan inisiatif yang positif di mata sebagian besar HRD.
Berapa kali sebaiknya follow up dilakukan? Cukup 1–2 kali dengan jeda waktu wajar. Jika setelah itu tetap tidak ada respons, sebaiknya fokus melamar ke peluang lain sambil tetap terbuka jika perusahaan menghubungi kembali.
Apakah follow up bisa dilakukan lewat media sosial seperti LinkedIn? Bisa, terutama jika komunikasi awal memang terjadi melalui LinkedIn, namun email atau WhatsApp resmi tetap lebih umum digunakan untuk follow up formal.
Baca juga: Cara Membuat Cover Letter yang Menarik Perhatian HRD
Semoga contoh-contoh di atas membantu Anda melakukan follow up lamaran kerja secara sopan dan efektif.





