10 Contoh Daftar Riwayat Hidup dan Strukturnya

Oleh Amanda Putri Andrya · ·

Daftar Riwayat Hidup (DRH) adalah dokumen resmi berformat baku yang merangkum data diri, pendidikan, dan pengalaman seseorang — banyak dipakai untuk lamaran ke instansi pemerintah dan BUMN. Yuk, simak strukturnya, perbedaannya dengan CV, dan contoh untuk berbagai latar belakang.

Daftar Isi

Apa Itu Daftar Riwayat Hidup?

Daftar Riwayat Hidup adalah dokumen yang mencantumkan data pribadi, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, riwayat organisasi, dan data pendukung lain secara berurutan dan formal. Berbeda dengan CV yang lebih fleksibel dalam format dan sering disertai desain visual, DRH umumnya mengikuti format tabel atau poin baku yang ditentukan oleh instansi penerima — paling sering ditemui pada lamaran CPNS/PPPK, BUMN, dan beberapa perusahaan yang masih menggunakan istilah ini secara formal.

Struktur Daftar Riwayat Hidup

DRH standar umumnya memuat bagian berikut, disusun berurutan:

  1. Data pribadi — nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, agama, status perkawinan, kewarganegaraan, alamat sesuai KTP, nomor telepon, dan email
  2. Riwayat pendidikan formal — dari jenjang terendah (SD) hingga tertinggi yang telah ditempuh, mencantumkan nama sekolah/kampus, jurusan, dan tahun lulus
  3. Riwayat pendidikan non-formal — kursus atau pelatihan yang relevan, lengkap dengan nama lembaga dan tahun
  4. Riwayat pekerjaan — nama instansi/perusahaan, jabatan, dan periode kerja, disusun dari yang terbaru
  5. Riwayat organisasi — pengalaman berorganisasi baik semasa sekolah, kuliah, maupun di masyarakat
  6. Data keluarga — nama orang tua/wali dan pasangan (jika sudah menikah), kadang diminta untuk instansi pemerintah
  7. Tanda tangan dan meterai — DRH formal biasanya perlu ditandatangani di atas meterai sebagai pernyataan kebenaran data

DRH vs CV vs Resume

Aspek

Daftar Riwayat Hidup

CV

Resume

Format

Baku, sering berbentuk tabel

Fleksibel, bisa memakai desain

Ringkas, satu halaman

Panjang

Bisa lebih dari 1 halaman, mencakup seluruh riwayat

Umumnya 1–2 halaman

Maksimal 1 halaman

Penggunaan umum

CPNS/PPPK, BUMN, instansi pemerintah

Perusahaan swasta, korporasi

Perusahaan yang meminta ringkasan cepat

Sifat data

Menyeluruh, termasuk data keluarga

Fokus pada pengalaman dan keahlian relevan

Hanya poin paling relevan dengan posisi

Sumber panduan pengisian data diri dan riwayat kerja yang konsisten dengan standar ketenagakerjaan dapat dilihat pada profil pencari kerja resmi di Karirhub Kemnaker, yang juga mensyaratkan struktur data serupa saat pengguna membuat profil pencari kerja.

Contoh Daftar Riwayat Hidup untuk Berbagai Latar Belakang

Contoh 1 — Lulusan SMA/SMK melamar kerja pertama:

Nama: Dimas Prasetyo Tempat, tanggal lahir: Bandung, 12 Maret 2006 Pendidikan: SMK Negeri 3 Bandung, Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, lulus 2024 Pendidikan non-formal: Pelatihan Instalasi Jaringan LAN, LPK Cipta Karya, 2023 Pengalaman organisasi: Anggota OSIS bidang IT, 2022–2023 Riwayat pekerjaan: Belum ada pengalaman kerja formal

Contoh 2 — Lulusan D3/S1 dengan pengalaman kerja:

Nama: Ayu Ratnasari Tempat, tanggal lahir: Surabaya, 5 Juli 1998 Pendidikan: S1 Akuntansi, Universitas Airlangga, lulus 2020 Riwayat pekerjaan: 1. Staff Accounting, PT Mitra Sejahtera (2021–2023) 2. Senior Accounting, PT Cipta Karya Abadi (2023–sekarang) Riwayat organisasi: Bendahara Himpunan Mahasiswa Akuntansi, 2019–2020

Contoh 3 — Format untuk lamaran CPNS/PPPK:

DRH untuk CPNS/PPPK umumnya sudah disediakan template resminya oleh instansi terkait melalui portal SSCASN BKN, termasuk kolom data keluarga dan pernyataan bermeterai — pastikan Anda mengisi sesuai format yang diunduh dari portal resmi, bukan template umum dari internet.

Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup Langkah demi Langkah

  1. Kumpulkan dokumen pendukung — ijazah, transkrip nilai, sertifikat pelatihan, dan surat pengalaman kerja sebagai rujukan tanggal dan nama resmi
  2. Susun berdasarkan format yang diminta — periksa apakah instansi penerima menyediakan template baku (umum untuk CPNS/PPPK/BUMN)
  3. Isi data secara kronologis — pendidikan dan pekerjaan disusun berurutan sesuai waktu, konsisten dengan dokumen pendukung
  4. Periksa ulang ejaan nama instansi dan gelar — kesalahan penulisan nama sekolah/kampus sering menjadi alasan berkas ditolak pada seleksi formal
  5. Tanda tangani di atas meterai jika diminta — khususnya untuk DRH yang menjadi bagian dari berkas lamaran CPNS/PPPK

Checklist Sebelum Mengumpulkan DRH

  • Semua tanggal pendidikan dan pekerjaan konsisten dengan ijazah/surat pengalaman kerja
  • Data keluarga terisi lengkap jika diminta oleh instansi
  • Sudah ditandatangani (dan bermeterai jika disyaratkan)
  • Format sesuai template resmi dari instansi, bukan template umum
  • Tidak ada kolom kosong yang seharusnya diisi "tidak ada" atau "-"

FAQ Seputar Daftar Riwayat Hidup

Apakah Daftar Riwayat Hidup masih dipakai di perusahaan swasta? Sebagian masih meminta DRH terutama untuk BUMN dan instansi yang menggunakan sistem formal, sementara mayoritas perusahaan swasta modern lebih umum meminta CV.

Apakah DRH untuk CPNS/PPPK punya format khusus? Ya, instansi pemerintah biasanya menyediakan template resmi melalui portal SSCASN yang wajib diikuti pelamar, berbeda dari template DRH umum.

Apakah perlu mencantumkan seluruh riwayat pendidikan dari SD? Untuk DRH formal (terutama CPNS/PPPK), ya — riwayat pendidikan dari jenjang SD biasanya diminta lengkap. Untuk CV ke perusahaan swasta, cukup mencantumkan pendidikan terakhir.

Baca juga: Cara Membuat CV yang Menarik dan Profesional, Contoh CV ATS Friendly

Semoga contoh-contoh di atas membantu Anda menyusun Daftar Riwayat Hidup yang lengkap dan sesuai format yang diminta.