Banyak orang mengira menjadi model hanya soal penampilan. Padahal, jalur masuknya cukup terstruktur dan menuntut persiapan. Yuk, simak cara menjadi model beserta hal yang perlu Anda siapkan berikut ini!
Apa Itu Model?
Model adalah orang yang memperagakan busana, produk, atau konsep visual untuk keperluan promosi. Hasil kerjanya muncul di katalog, iklan, media sosial, hingga panggung peragaan busana.
Pekerjaan ini tidak selalu berarti tampil di panggung besar. Sebagian besar pekerjaan model di Indonesia justru berupa pemotretan produk untuk toko daring dan jenama lokal.
Jenis Model yang Bisa Anda Pilih
Menentukan jenis model sejak awal memudahkan Anda menyiapkan portofolio yang tepat.
- Model runway: memperagakan busana di peragaan. Umumnya ada ketentuan tinggi badan dari penyelenggara.
- Model komersial: tampil di iklan produk sehari-hari. Kriteria fisiknya paling longgar.
- Model katalog atau e-commerce: memotret produk untuk toko daring. Permintaannya paling banyak dan rutin.
- Model parts: hanya menampilkan bagian tubuh tertentu, misalnya tangan untuk iklan perhiasan.
- Model foto produk kecantikan: menuntut kondisi kulit dan rambut yang terawat.
Cara Menjadi Model
1. Tentukan Jenis Model dan Pasar Anda
Sesuaikan pilihan dengan postur, usia, dan karakter wajah Anda. Model komersial dan katalog jauh lebih terbuka dibandingkan runway.
2. Susun Portofolio Sederhana
Portofolio adalah syarat utama saat mendaftar ke agensi maupun klien. Anda tidak perlu langsung menyewa studio mahal.
Cukup siapkan tiga jenis foto: close-up wajah tanpa riasan tebal, foto setengah badan, dan foto seluruh badan. Gunakan latar polos dan pencahayaan alami.
Cantumkan pula data dasar seperti tinggi badan, ukuran baju, dan ukuran sepatu.
Baca juga: Tips Beserta Cara Menjual Diri Lewat Portofolio
3. Latih Pose dan Ekspresi
Berlatih di depan cermin atau kamera ponsel sudah cukup untuk memulai. Rekam video pendek, lalu perhatikan sudut wajah dan postur yang paling proporsional.
Konsistensi latihan lebih menentukan daripada bakat bawaan.
4. Jaga Kondisi Fisik
Perawatan dasar seperti tidur cukup, asupan air, dan olahraga teratur berpengaruh langsung pada hasil foto. Anda tidak perlu mengikuti standar tubuh yang ekstrem.
5. Daftar ke Agensi yang Kredibel
Agensi membantu menghubungkan Anda dengan klien dan menegosiasikan tarif. Pastikan Anda memeriksa rekam jejaknya sebelum menandatangani apa pun.
6. Kenali Ciri Tawaran Penipuan
Modus penipuan berkedok pencarian model cukup sering terjadi. Waspadai tanda-tanda berikut.
- Meminta bayaran di muka untuk biaya pendaftaran, pemotretan, atau kelas wajib.
- Menjanjikan kontrak besar tanpa proses seleksi yang jelas.
- Mengajak bertemu di lokasi pribadi, bukan kantor atau studio resmi.
- Meminta foto berpakaian minim pada tahap awal pendaftaran.
Agensi yang benar memperoleh penghasilan dari komisi pekerjaan Anda, bukan dari biaya yang Anda bayarkan di awal.
7. Bangun Media Sosial sebagai Etalase
Banyak klien kini mencari model langsung melalui media sosial. Tampilkan hasil pemotretan terbaik Anda dalam satu akun yang rapi dan mudah dihubungi.
8. Pahami Tarif dan Kontrak
Tanyakan durasi pemakaian foto, wilayah penayangan, dan tenggat pembayaran sebelum menyetujui pekerjaan. Mintalah kesepakatan tertulis, sekecil apa pun proyeknya.
Penutup
Menjadi model menuntut ketekunan, bukan sekadar penampilan. Mulailah dari portofolio sederhana, pilih agensi dengan hati-hati, dan bangun pengalaman dari proyek kecil terlebih dahulu.
Semoga langkah di atas membantu Anda memulai karier di dunia modeling dengan persiapan yang lebih matang.





