Contoh Panggilan Kerja via Email Asli yang Baik dan Benar!

Oleh Trizni Shabrina ·

Contoh Panggilan Kerja via Email

Maraknya penipuan berkedok lowongan membuat pelamar berpikir dua kali saat menerima panggilan kerja. Di sisi lain, HRD perlu memastikan emailnya terlihat resmi dan tidak diragukan. Yuk, simak ciri panggilan kerja via email asli beserta contohnya di artikel ini!

Ciri Panggilan Kerja via Email yang Asli

Sebelum membalas, periksa beberapa hal berikut pada email yang Anda terima.

1. Dikirim dari Domain Resmi Perusahaan

Email resmi umumnya memakai domain perusahaan, misalnya hrd@namaperusahaan.co.id. Email dari layanan gratis biasa patut Anda cermati lebih lanjut.

Pengecualiannya adalah usaha mikro dan kecil yang memang belum memiliki domain sendiri. Dalam kasus ini, verifikasi lewat kanal resmi perusahaan menjadi lebih penting.

2. Nama dan Posisi Anda Disebut Spesifik

Panggilan asli ditujukan kepada satu kandidat. Nama Anda, posisi yang dilamar, dan tahap seleksi disebut dengan jelas.

Email yang mencantumkan puluhan nama sekaligus, atau menyapa dengan "Bapak/Ibu" tanpa nama, perlu diperiksa ulang.

3. Jadwal dan Lokasi Tertulis Lengkap

Ada tanggal, jam, alamat kantor, serta nama orang yang akan menemui Anda. Alamat tersebut dapat Anda cocokkan dengan alamat resmi perusahaan.

4. Tidak Meminta Biaya Apa Pun

Ini penanda paling penting. Perusahaan yang sah tidak memungut biaya perekrutan dari pelamar.

Permintaan biaya administrasi, biaya pelatihan, uang tiket, atau transfer ke rekening pribadi adalah tanda penipuan. Begitu pula permintaan mengirim foto KTP beserta data rekening pada tahap awal.

5. Bahasa Formal dan Rapi

Panggilan resmi ditulis dengan bahasa baku dan minim salah ketik. Banyaknya kesalahan penulisan atau nada mendesak patut Anda curigai.

Baca juga: Tips Menghindari Penipuan Lowongan Kerja Paling Jitu

Contoh Panggilan Kerja via Email

Berikut contoh isi email panggilan kerja yang dapat dijadikan acuan.

Subjek: Panggilan Kerja Store Supervisor – PT Amarta Setia Karya Yth. Sdri. Belinda Naharini, Berdasarkan hasil wawancara dan tes kualifikasi untuk posisi Store Supervisor, PT Amarta Setia Karya bermaksud menyampaikan panggilan kerja kepada: Nama: Belinda Naharini Posisi: Store Supervisor Unit kerja: Kantor Pusat, Mega Kuningan Kami mengundang Anda hadir pada: Hari, tanggal: Senin, 21 Oktober Waktu: 08.30 WIB Tempat: PT Amarta Setia Karya, Mega Kuningan Kav. 48, Jakarta Selatan Agenda pertemuan adalah penandatanganan kontrak kerja. Anda diharapkan mulai aktif bekerja pada 24 Oktober. Mohon konfirmasi kehadiran melalui balasan email ini paling lambat satu hari sebelumnya. Tidak ada biaya apa pun dalam proses ini. Hormat kami, Rina Pratiwi HRD Manager, PT Amarta Setia Karya hrd@amartasetiakarya.co.id

Format yang Perlu Diperhatikan HRD

Bagi Anda yang bertugas mengirimkan panggilan kerja, beberapa hal berikut membuat email terlihat kredibel.

  • Cantumkan identitas perusahaan secara jelas, termasuk kop surat bila melampirkan dokumen resmi.
  • Tujukan email kepada satu kandidat, lengkap dengan posisi yang dilamar.
  • Tulis tanggal, jam, dan alamat secara rinci, serta minta konfirmasi kehadiran.
  • Sebutkan dokumen yang perlu dibawa dan tegaskan bahwa proses ini tidak dipungut biaya.
  • Periksa ulang ejaan dan nama kandidat sebelum email dikirim.

Baca juga: 10 Contoh Surat Panggilan Kerja, Yuk Catat Sekarang!

Bagaimana Jika Anda Ragu?

Jangan membalas dengan data pribadi sebelum yakin. Lakukan langkah berikut lebih dahulu.

  1. Cari nomor telepon resmi perusahaan dari situs atau media sosial terverifikasi, bukan nomor yang tertera di email.
  2. Hubungi perusahaan dan tanyakan apakah panggilan tersebut benar dikirim oleh mereka.
  3. Cocokkan alamat kantor pada email dengan alamat resmi perusahaan.
  4. Hentikan komunikasi bila ada permintaan uang dalam bentuk apa pun.

Nah, itulah ciri panggilan kerja via email asli beserta contohnya. Dengan memeriksa detail kecil seperti domain dan permintaan biaya, Anda terhindar dari panggilan kerja palsu. Semoga bermanfaat!